Pertama Kali Ke Negeri Paman Sam

By

“Any idea that is held in the mind that is either feared or revered will, begin at once to clothe itself in the most convenient and appropriate physical forms available.”

— Andrew Carnegie

Ini adalah artikel perdana saya di sukamelaut, selanjutnya akan ada banyak artikel menarik (menurut saya lho), kisah jalan-jalan ala pelaut, pengalaman hidup, bagi-bagi souvenir (kalau punya duit lebih hehe) dan lain sebagainya. So, selamat menikmati tulisan saya.


Awal Mula Jadi Pelaut

Perkenalkan nama saya agus, mantan guru SMP yang kini menjadi pelaut berkeliling dunia. Nah gimana ceritanya dari seorang guru jadi pelaut?? Waktu SMA saya punya cita cita luhur dan mulia mencerdaskan kehidupan bangsa dengan menjadi seorang guru, mengajar di desa dekat dengan rumah, kalau murid libur guru juga libur. Pokoknya santai deh jadi guru, itu pikirannya waktu itu. Setelah berusaha keras menyelesaikan kuliah secepatnya dan mendapat gelar dan sertifikat sebagai pendidik akhirnya pada tahun 2008 diwisuda dan mulailah jadi seorang guru, tepatnya guru pengabdi di desa. Tapiiiii waktu itu dapat gaji cuma dua ratus ribu perak sebulan, belum kalau ada kondangan nikahan dll gaji dipotng 50 ribu, nasib nasib, beli bensin aja kadang minta ortu.

Enam bulan mengajar di desa saya putuskan pindah ke kota dengan harapan mendapat hasil lebih bagus. Di kota saya mulai mengajar dari satu sekolah ke sekolah yang lain, ngajar les privat, pergi jam 7 pagi dan pulang jam 9.30 malam, itulah rutinitas sehari hari. Kalo ditanya, ngapain gak ngelamar PNS??? Udah ngelamar tapiiii lima kali ngelamar gak pernah lulus, dulu tiap mau ngelamar selalu ditanya ortu, kamu punya duit berapa buat ngelamar??? “Gak pake duit (karena memang gak punya) saya percaya kemampuan sendiri” saya selalu jawab gitu. Alhasil gak pernah lolos tes, padahal teman teman seangkatan udah pada lolos dan jadi PNS. Ternyata ngelamar PNS tak semudah yang dibayangkan! (hari ini sistem penerimaan PNS jauh lebih bagus dan murni, tapi saya putuskan tetap jadi pelaut)

Dari hasil mengajar kurang lebih 4 tahun setelah dipotong biaya kos, makan, bensin, pulsa dll bisa terkumpul tabungan kurang lebih 15 juta. Maunya pake beli motor biar bisa dipake ngajar, maklum motor pinjem sama ortu. Setelah dipikir-pikir, kalau beli motor habis itu uang, trus ngulang lagi dari awal, 4 tahun baru punya tabungan segitu. Dari sana saya mulai mikir, kalo terus-terusan kaya gini gimana nasib saya nanti, apakah saya harus terus mencoba ngelamar PNS sampe ubanan, ato kerja jungkir balik siang malam jadi guru honor, jika membuka bisnis/usaha sendiri, tidak ada pengalaman, keberanian, modal dan seabrek alasan lainnya muncul. Tidak-tidak, no no no, saya tidak boleh menyerah dengan keadaan, pasti ada sesuatu yang bisa saya lakukan untuk merubah hidup. Saya mulai berpikir mungkin saya berada di tempat dan atau waktu yang salah. Mungkin kalau saya berada di tempat dan waktu berbeda nasib bisa berubah.

Munculah kenangan dan impian masa kecil saya akan kota kota dan tempat indah di luar negeri sana yang suka saya tonton di tv, juga gambar Menara Pisa di tembok kelas yang suka saya pandangi waktu kelas 3 SD sambil berkata,” ini Cuma Menara khayalan”. Terpikir dalam benak, mungkin saya tidak cocok menjadi seorang guru. Dulu saya punya cita-cita dalam hidup, meskipun seorang anak desa tinggal di puncak bukit, saya harus pernah merasakan pergi ke luar pulau dan pergi ke luar negeri. Kalo jadi guru ato PNS mau keluar pulau mungkin bisa tapi kalo pergi-pergi ke luar negeri rasanya mustahil, duit dari mana??? Waktu itu saya berpikir mungkin inilah saatnya mewujudkan mimpi saya, pokoknya saya harus pernah ke luar negeri! Jadi Saya putuskan cari kerja ke luar negeri saja, pokoknya udah muak kerja pontang panting siang malam dapat gaji pas pasan.

Cuma bermodal niat dan bahasa ingris pas-pasan, Saya mulai cari-cari agen yang memberangkatkan TKI ke LN, mulai dari fishpacker ke Canada sampai kerja ke Jepang yang diselenggarakan oleh dinas. Rata-rata kontraknya 1-3 tahun. Sampai pada akhirnya ketemu lowongan kerja ke kapal pesiar dengan panjang kontrak 7-10 bulan trus dapat libur 2 bulan. Keputusannya kerja ke kapal pesiar, cari kontrak yang pendek aja! Tapi caranya gimana? Basic pariwisata gak punya, kerja di hotel gak pernah, cuma mengandalkan Bahasa Inggris pas-pasan. Saya punya keyakinan, pokoknya kalau ada niat pasti ada jalan. Waktu itu saya putuskan mau kuliah singkat kapal pesiar, tapi kebetulan waktu itu ketemu kawan yang kerja di kapal disarankan kalau sudah bisa Bahasa inggris gak usah kuliah, ngelamar laundry aja yang paling gampang katanya, yang penting lolos interview dan sampai kapal dulu katanya, nanti bisa ngelamar posisi yang lain di kapal. Dia juga tamatan S1, senasib dengan saya. Dia sarankan ikut kursus dasar tentang kapal pesiar dan disarankan melamar posisi dasar kaya laundry, cleaner atau galey steward. Buat saya kayaknya laundry paling gampang.Setelah selesai pelatihan, masukan lamaran ke agen, trus final interview akhirnya lulus ngelamar posisi laundry. Kok bisa lulus? Emang pernah kerja di laundry? Enggak pernah, cuma modal kursus bentar trus training di laundry bentar, yang penting pede ngomong Bahasa Inggris sama user yang interview dijamin lulus waktu itu. Seneng banget rasanya waktu itu akhirnya bisa kerja ke luar negeri. Setelah lulus saya putuskan untuk mengundurkan diri dari sekolah tempat ngajar. Saya bilang sama kepala sekolahnya kalau bapak saya pindah kerja ke luar kota jadi harus pulang kampung rawat ibu saya hihihi kalo bilang dapat kerjaan di kapal bisa bisa pada heboh guru dan murid murid, guru kok kerja ke kapal. Jadi saya gak bilang sama murid dan guru yang lain. Langsung kabur dari sekolah hihihi. Setelah beberapa minggu lolos interview dapat kabar dari agen katanya job letter/ kontrak kerja udah keluar dan disuruh ke kantor. Waktu itu saya dapat kontrak ke Serenade Of the Seas punyanya Royal Caribbean International yang homeport nya di San Juan, Puerto Rico. Waduh, dimana lagi itu San Juan saya gak pernah dengar? Dijelasin sama agennya kalau San Juan (dibaca San Huan) Puerto Rico itu masuk Amerika juga jadi saya harus buat visa C1D buat join disana. C1D Visa adalah visa khusus bagi para pelaut yang berlayar di wilayah US. Saya bilang, wah keren saya bisa ke Amerika gratis gak bayar tiket waktu itu.

Jalur Penerbangan ke Negeri Paman Sam

Singkat cerita semua dokumen siap dan koper udah siap saatnya berangkat. Apa saja isi kopernya, akan dibahas dalam artikel tersendiri nanti. Waktu itu kebetulan ada teman juga jadi berangkat berdua. Tumben naik pesawat keluar negeri. Kaya gimana ya rasanya? Lewat kemana saja untuk sampai ke Negeri Paman Sam? Yang jelas tidak ada penerbangan langsung Indonesia-Amerika.

This image has an empty alt attribute; its file name is 1.jpg
Penerbangan Denpasar-Hongkong

Penerbangan ke US memakan waktu dua hari!!! Hahhhh 2 hari??? Serius loe!!! Iya dua hari baru sampe. Penerbangan pertama tangal 16 September 2011 dari Denpasar ke Hong Kong memakai pesawat Cathay Pacific, berangkat jam 4.05 sore hari dan sampai di Hong Kong jam 9.20 malam, jadi kurang lebih 5 jam. Ketika di bandara masih hapi-hapi aja, tapi setelah masuk dan duduk di pesawat, mulai kepikiran.  Entah mau dibawa kemana saya, kok sampai kaya gini cari kerja, apa gak jadi aja ya. Pokoknya campur aduk waktu itu. Perubahan kadang pertamanya tidak nyaman tapi saya yakin bisa melewatinya, jadi lanjut terus demi sampai ke negeri Paman Sam. Sampe di hongkong bandaranya super luas, untung ada petugas yang bantu cari gate pesawat, disana cari gatenya harus pakai sky train semacam kereta listrik. Pertama kali dalam hidup naik skytrain hehehe.

Penerbangan selanjutnya dari Hong Kong ke San Francisco, berangkatnya jam 12 malam, jadi harus menunggu di bandara kurang lebih 2 setengah jam. Penerbangan memakan waktu kurang lebih 12 jam!!! Buset dah, belum pernah sama sekali naek pesawat lama gitu. Ini penerbangan yang paling membuat stress, jadi pengen pulang, ingat rumah, pengen nangis deh pokoknya wuaaaaaa, pengen balik pulang makkkkk!!! Apalagi pesawat di super ketinggian, oksigen menipis jadi susah nafas. Saya berfikir sudah tidak ada zona nyaman sama sekali, saya memilih pasrah dan berdoa mudah-mudahan cepat sampai. Tapi liat teman di sebelah, saya merasa kasihan tapi mau ketawa juga, dia menggigil kedinginan, pas berangkat dia bilang gk usah bawa jaket, gak usah juga bawa handphone biar gak ditelfon terus, wkwkwkw alhasil menggigil dan gak bisa akses apa apa.

Dengan penuh perjuangan, akhirnya sampai di San Francisco International Airport tanggal 17 September 2011 jam 8 malam waktu setempat karena perbedaan waktu Hongkong dan San Francisco. Kalau dihitung-hitung terbang jam 12 malam sampainya jam 8 malam, berapa jam itu coba? Penerbangan selanjutnya ke Dallas, Texas jam 2.26 pagi waktu setempat, jadi harus nunggu di bandara 6 setengah jam. Fiuhhhh sampai sini semangat sudah semakin menurun, pokoknya capek lahir bathin. Diperlukan waktu 3 jam untuk sampai Dallas, Texas. Karena perbedaan waktu 2 jam, jadinya sampai sana jam 7.30 pagi. Penerbangan terakhir menuju San Juan Puerto Rico memakan waktu kurang lebih 5 jam. Pesawat berangkat jam 8.30 pagi, jadi musti cepat cari gate pesawatnya.

Sampai Hotel Verdanza San Juan

Akhirnya sampai juga di San Juan (nama airportnya Luis Munos Marin International Airport) sore hari jam 3.30 tanggal 17 September 2011. Kalau dihitung-hitung total waktu penerbangan kurang lebih 25 jam dan waktu tunggu di bandara sekitar 10 jam, jadi total sekitar 35 jam, fiuhhhhh. Di bandara sudah ada yang stand bay buat jemput crew kapal untuk dibawa ke hotel. Karena kita direncankan untuk join esok harinya jadi kita dikasi nginep di hotel, nama hotelnya Verdanza.

Akhirnya bisa santai dulu di hotel. Tapiiii perjalanan ternyata belum selesai sampai sini. Waktu saya check in saya dapat kabar dari front desk katanya saya gak bisa join di Kapal Serenade of The Seas besoknya karena kapalnya kena badai, jadi lagi 3 hari baru datang, sehingga kita akan stay di hotel selama 3 hari. Saya dan teman merasa sedikit kecewa karena belum sampai juga ke tujuan. Tapi tak apalah kita bisa istirahat sejenak sebelum mulai kerja. Apakah yang kita lakukan di hotel, kemana saja kita jalan jalan???? Jawabannya kita gak ngapa-ngapain dan gak keluar kemana-mana selama tiga hari. Namanya baru pertama kali ke Negeri Paman Sam, kita merasa takut kemana-mana, teman saya bilang di San Juan banyak penjahatnya ntar kita ditembak, katanya lagi visanya beda ntar kita ditangkap, dll deh jadi kita cuma diam di hotel wkwkwk dasar culun kita waktu itu. Makan dan hotel ditanggung oleh perusahaan jadi kita tidak perlu merogoh kocek sendiri. Tiap hari kita juga ditelfonin dan kikirimin email sama orang dari agen USA, nanyain kabar dll, pokonya kita di take care dengan baik sama mereka.

Di hari kedua kita sudah pada semangat karena besoknya sudah mau join di kapal, tapiiii menjelang sore hari kita dapat telfon dari agen, katanya kita gak jadi join besoknya di Serenade of The Seas, karena kelebihan orang, nanti akan dicarikan kapal baru katanya. Sampai sini kita sudah merasa frustasi dan pesimis, merasa takut ditipu, dan merasa bisa-bisa dipulangin balik ke Indonesia!! Kebetulan teman saya punya paman orang agen, setelah ditelfon dia bilang gak apa-apa emang kemungkinan kaya gini bisa terjadi, jadi ikutin aja arahan dari agen USA.

Menginap di Econo Lodge Newark, New Jersey

Tangal 19 Sepetember 2011 kita check out pagi-pagi dari hotel, kita akhirnya ditransfer ke kapal Explorer of The Seas yang berlokasi di Bayone, New Jearsey. Kita harus terbang lagi dari San Juan ke Miami, Florida trus ke Newark, New Jearsey. Yang membuat semangat jadi down, kita joinnya kapan kita belum tahu. Kita cuma disuruh kesana dan menunggu kabar dari agen.

Sampe di Newark kita disuruh nginep di Econo Lodge Newark International. Kita sampainya malam hari, pas kita check in katanya nama kita gak ada di booking list, nah tambah puyeng lagi nih sampe sini. Saya coba hubungi kantor Royal Caribbean di Miami tapi disuruh hubungin hiring partner/ agen kita, pas dihubungin gak ada yang jawab. Saya pengen marah tapi mesti marah sama siapa waktu itu. Front desknya bilang, bisa dibayar dulu untuk satu malam nginep disana sebesar 100 USD, mereka akan kirim email ke perusahaan dan kita dikasi kabar besoknya kalau sudah dibayar uang kita akan di refund semua, untuk kita masih punya bekal, jadi cukuplah.

Hari itu juga kita dapat kabar kalau kita akan join di Explorer of The Seas tanggal 24 September 2011, jadi kita stay di hotel selama 4 hari 4 malam. Selama stay di hotel kita kemana aja??? Gak kemana-mana hiksss. Pertama kata teman saya lagi takut ditembak, katanya banyak penjahatnya disitu, kedua kita menjaga supaya persediaan cash tidak habis, jadi ya di kamar doank, trus ke front desk cari kopi pagi-pagi, abis itu makan, balik lagi ke kamar. Sampai-sampai driver hotel ngajakin kita keliling kota gratis, tapi kita bilang gak mau, dasar culun kita dulu. Saking betah kita di kamar hotel terus, suatu hari ditelfon oleh front desk,

Front desk: kamarnya mau dibersihin gak juragan???

Saya : dibersihin donk!!!

Front desk : maaf juragan, kalo agan-agan di dalam kita gak bisa bersihin soalnya gak boleh sama peraturan hotel, itu ada housekeeping di depan pintu mau bersihin kamar agan…

Saya : ohh gitu, aduh maaf kita gak tau, housekeepingnya boleh masuk kok bersihin kamar.Setelah itu ada orang ketok kamar, kali aja cewek bule yang jadi hauskeeping nya, baru buka pintu yahhhh ternyata ibu-ibu Spanish badannya kekar hihihi.

Dicuekin Pegawai Perkins

Pihak agen sangat baik hati mengirimkan voucher untuk makan di restoran sebelah hotel sebanyak 14 kupon per orang masing-masing kupon senilai 10 USD. Tempat makannya Namanya Perkins Restaurant and Bakery. Kebetulan cash sudah sangat menipis, jadi bisa bertahan dengan kupon ini.

This image has an empty alt attribute; its file name is coupon.jpg

Ada cerita yang kurang menyenangkan buat kita di tempat makan ini. Hari pertama dan kedua kita breakfast, hotel menyediakan kupon pagi harinya, jadi tinggal dibawa ke Perkins untuk dapat sarapan. Siang dan sorenya kita memakai kupon 10 Dolar dari agen. Hari ketiga, hotel tidak lagi menyediakan kupon breakfast jadi kita memakai kupon 10 dolar, tapi oleh cashiernya ditolak, katanya mereka tidak menerima kupon lagi dari hotel. Kita sudah jelaskan bahwa kupon itu bukan dari hotel, tapi perusahaan kita yang menyediakan, tapi mereka tetap kekeh gak mau terima, katanya promosi kuponnya sudah berakhir, padahal dikupon jelas tertulis expires 31 Desember 2011. Dengan rasa jengkel kita balik ke hotel dan bilang sama front desknya kalau kupon kita ditolak. Front desknya langsung telfon itu restoran, ngomel-ngomel ke restorannya jelasin asal muasal itu kupon.

Akhirnya kita disuruh balik ke Perkins dan sisa kuponnya masih bisa dipakai disana. Setelah duduk, pelayannya pada lihatin kita semua dengan muka sepet. Apa kita dikira homo ya??? Wkwkw atau penampilan kita aneh ya?? Saya jadi bertanya-tanya, trus teman saya nyeletuk, mungkin karena kita gak pernah kasi tips kali gus??? Saya bilang, iya juga ya… Saya lihat sekitar, orang-orang disana pada kasi tips kalau selesai makan. Disini saya mendapatkan satu pelajaran, kalau makan di US usahakan kasi tips waiter/waitressnya, gak wajib se, tapi mau dijutekin kaya saya??? Hihihi Setelah beberapa waktu saya baru tahu kalau di US itu memang budayanya nge tips.

Hari yang ditunggu pun tiba, tanggal 24 September 2011 pagi-pagi sudah ada driver yang jemput dari pihak kapal. Kalau dihitung-hitung perjalanan saya yang penuh lika liku menghabiskan waktu 9 hari untuk bisa sampai di tujuan. Sebelum masuk kapal, semua dokumen dan koper harus dicek terlebih dahulu. Sampai di depan kapal ada tulisan berwarna biru berukuran besar di lambungnya “Explorer of The Seas Nassau Bahamas” kita pun memandanginya dengan mulut ternganga. Buset dah, gede banget kapalnya, pasti banyak kerjaan, kuat gak ya???? Bersambung ke sini.